Sabtu, 10 April 2010

லகு 3gp

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Sabtu, 03 Oktober 2009

Pramuka TRISULA: Sedang Melakukan Upacara Apel Latihan


Upacara ini dilakukan setiap kali mau latihan yang di Pangkalan kami latihan dilaksanakan tiap hari kamis, tujuan upacara apel adalah untuk menambah rasa patriotisme dan disiplin yang tinggi tiap anggotanya

Pramuka TRISULA Andongsari 03 Ambulu Jember: Latihan PBB

Salam Pramuka...!!!
Nah Lo....!, ini dia ketika Pramuka TRISULA latihan PBB....
yang kecil lucu-lucu yach.....???
maklum itu TRISULA yunior..., masih kelas 3
Jadi PBB-nya masih kurang kompak gitu>>>?
Eh......, yang ngasih aba-aba pernah ikut Jambore Daerah Jawa Timur di Kab. Jombang Lo.....??!

Selasa, 15 September 2009

Tips Unik Pramuka TRISULA Untuk Para Pembina

Salam Pramuka.........!!!
Kakak-kakak para Pembina Pramuka yang saya hormati.
Bukan bermaksud meng-guru-i atau bukan berarti kami lebih hebat, tapi hanya ingin membagi ilmu yang kami punya sebagai bahan pembanding atau mungkin sebagai bahan ajar (kalau mungkin. red).
Selama ini kami selalu menerapkan prinsip dasar 5 (lima, Five dalam bahasa inggris), untuk memajukan pangkalan yang kami bina. Dan lima dasar ini tidak boleh terpisah/terberai satu sama lain jika ingin pangkalan yang anda bina selalu survive (jaya maksudnya). apa saja prinsip dasar 5 itu ???.

1. Dukungan yang kuat dari pihak kepala sekolah
2. Dukungan yang lebih kuat lagi dari para dewan guru
3. Ada siswa yang siap untuk ditempa dan dilatih
4. Dukungan yang sangat kuat dari orang tua
5. Ada pembina yang profesional (kalau ada), (profesional = tidak penting)

Sekali lagi, lima hal diatas harus ada dan sangat penting sekali adanya untuk membuat pangkalan yang hebat. Nahhh....., dibawah ini penjelasan dari 5 hal diatas.

1. Dukungan yang kuat dari pihak kepala sekolah

Apa sih yang dimaksud dukungan yang kuat dari pihak kepala sekolah itu...???. sebelum saya jelaskan apa maksudnya terlebih dahulu kami jelaskan apa maksud dari dukungan.
Yang dimaksud dukungan disini adalah dukungan secara menyeluruh dan total, bukan hanya sekedar ucapan
"yach... program anda saya dukung",
tapi setelah itu tidak pernah lagi bertanya, melihat, tidak mendukung kegiatan yang dibuat pembina, mengaudit keuangan dan program, menanyakan kendala, atau menawarkan bantuan. Itu namanya bukan dukungan yang kuat, kata-kata "yach.... program anda saya dukung" itu hanya basa-basi saja. Apa lagi ketika pembina mengajukan kegiatan jawabannya "maaf, lain kali aja, lagi ngga' ada dana", itu namanya dukungan aspal (asli tapi palsu).
Nah...., para pembina, jadi apa yang dimaksud dengan 'Dukungan yang kuat dari pihak kepala sekolah'?, artinya kepala sekolah benar-benar mendukung semua kegiatan yang kita ajukan, bagaimana dengan keadaan dana sekolah sedang menipis?, itu bisa disiasati kalau lima hal diatas terpenuhi. Jadi bagaimana Kepala sekolah yang mendukung itu:
1. mau bertanya tentang
  • kendala-kendala yang dihadapi dilapangan
  • kesiapan peserta menghadapi lomba
  • kemampuan pembina
  • kegiatan berikutnya
  • pencapaian ramu, rakit, terap
  • DLL. intinya semua hal selalu ditanyakan oleh kepala sekolah
2. marah-marah jika program tidak jalan
3. selalu rutin mengadakan rapat dengan semua komponen tentang Kegiatan Pramuka
4. mengaudit keuangan
5. DLL. intinya semua kegiatan dilakukan oleh kepala sekolah utnuk mendukung suksesnya kegiatan Pramuka.
nah.... kakak-kakak tau kan maksudnya dengan kepala sekolah mendukung dengan kuat itu???, jadi jika kakak-kakak mau membina Pramuka disuatu lembaga sekolah baik SD, MI maupun SMP, MTs, cari kepala sekolah yang kayak gitu, atau jika tidak ada kepala sekolah yang seperti itu, maka tugas kakak-kakak untuk menjadikan kepala sekolahnya seperti itu, saya jamin bisa, karena disekolah kami yaitu SDN Andongsari 03 dulunya kepala sekolah cuek banget termasuk guru-gurunya, mereka tidak peduli dengan Pramuka, tapi berkat ketekunan para pembinanya, itu semua hanya tinggal kenangan belaka. Di Ambulu ada 4 lagi lo.... sekolah yang sukses dibidang Pramuka, dulunya sich...., ceritanya sama saja para kepala sekolah dan guru-gurunya cuek abis....!!!, tapi berkat lima hal diatas dilaksanakan sekarang keempat sekolahan tersebut sukses dibidang Pramuka, 4 sekolah tersebut adalah
1. MIMA Nurul Ulum/pangkalan Forty Five
2. MIMA Bedengan/pangkalan Pattimura
3. SMPN 2 Ambulu/pangkalan Arwapada
4. MTs Ma'arif Langon Ambulu/pangkalan Samabu

2. Dukungan Yang Lebih Kuat Dari Dewan Guru
Apa Sich maksud dari dukungan yang lebih kuat dari dewan gur itu...?.
Nah...., kalau kepala sekolah tugasnya hanya mengawasi, memberikan arahan, memotifasi, dan yang bertanggung jawab terhadap semua kegiatan, kalau guru lain lagi...!!. Artinya guru yang mendukung itu disamping memberikan arahan, juga mau ikut terlibat dalam pelaksanaan latihan, maupun dalam even-even perlombaan.
Misalkan, kita sebagai pembina membutuhkan pertolongan kepada guru, maka guru tersebut dengan senang hati mau menolong kita kapanpun dan dimanapun, naaah..., ini namanya dukungan yang hyata, bukan hanya omong tok, "saya sangat mendukung", tapi ya hanya sebatas mendukung, ngga' ada pelaksanaannya, itu sama aja bohong.
Kemudian apa saja yang bisa kita pintai tolong kepada dewan guru tersebut...?
Sebenarnya banyak kok yang guru bisa lakukan untuk kemajuan Pramuka dipangkalan kita, yang biasanya pembina sulit untuk melakukannya, misal
  • Untuk memberi pengertian pada orang tua kita bisa minta tolong pada guru untuk mendatangi rumahnya, biasanya orang tua itu lebih percaya guru ketimbang pada pembinanya
  • memberikan sangsi pada peserta, jangan sampai seorang pembina memberikan sangsi sendiri pada peserta, bisa gawat, karena begitu pembina keliatan kejam suka ngasih sangsi suka menghukum, maka peserta akan hilang simpatiknya pada kita, ketika itu juga kita akan kesulitan untuk melaksanakan ide-ide karena peserta akan membuat jarak dengan kita.
  • memberikan dukungan dana, tau sendiri kan....?, kalau sudah ada lomba banyak kan dana yang dibutuhkan?, apalagi dana sekolah sedang menipis, sedangkan lomba pramuka setahun 4 sampai 5 kali.
  • Marah bukan tugas kita sebagai pembina, tapi marah adalah tugas guru, maka selama proses latihan guru harus terus mendampingi.
  • dan banyak lagi lainnya yang bisa dilakukan oleh guru.
Jadi guru nggak sama dengan kepala sekolah, artinya kalau yang dimaksud dengan dukungan guru itu, maka guru tersebut betul-betul terlibat dalam proses latihan maupun lomba.

3. Ada Siswa Yang Siap Ditempa Dan Dilatih
Maksudnya disini adalah siswa yang menjadi anggota Pramuka, minimal satu regu putra dan satu regu putri, yang siap lahir batin untuk belajar dan belajar. anggota tersebut harus siap mengorbankan segalanya, biasanya siswa ada ikut club sepak bola, jika dia masuk dalam regu inti maka dia siap untuk menomor duakan sepak bola dan menomor satukan Pramuka, jika tidak sanggup jangan dimasukkan kedalam regu inti, bisa hamburadul jadinya karena Pramuka butuh kekompakan regu. Dipangkalan kami latihan Pramuka seminggu 2 kali dan itu harus diikuti oleh semua anggota yang ditunjuk latihan dengan tetap didampingi oleh guru. Dan pelaksanaan persami satu bulan sekali inipun wajib bagi semua anggota. Bahkan kalau menghadapi even lomba maka latihan tiap hari itupun dua kali mulai jam 04.30 - 06.00 wib dan jam 14.00 - 17.00 wib. dan inipun juga wajib diikuti oleh semua anggota inti yang ditunjuk dan tetap didampingi oleh dewan guru. Jika ada anggota yang tidak sanggup mengikuti ketatnya jadwal latihan maka dia harus dikeluarkan dari regu inti. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan dan konsultasi pada dewan guru serta kepala Sekolah termasuk orang tua juga diajak berunding.
Dan yang penting juga, pihak sekolah maupun guru harus bisa membujuk anak yang pandai/berprestasi, untuk mau masuk regu inti, karena biasanya anak pintar ngga' mau masuk regu inti karena lebih memberatkan belajarnya. Anak yang pandai sangat diperlukan dalam regu Pramuka karena banyak lomba-lomba Pramuka yang mengandalkan otak.

4. Dukungan Yang Sangat Kuat Dari Orang Tua
Maksud dari dukungan yang kuat dari orang tua adalah orang tua juga terlibat dalam pelaksanaan latihan Pramuka Tersebut baik langsung maupun tidak langsung. karena walaupun kepala sekolah mendukung, guru-guru juga mendukung, dan anaknya siap lahir batin untuk dilatih, tapi orang tua tidak menijinkan pada anaknya, atau mengijinkan tapi tidak total, maka semua hal diatas tidak ada gunanya. sebab Pramuka yang bagus itu modalnya besar, dipangkalan kami setiap anak yang masuk anggota inti wajib memiliki:
  • Baju Pramuka TRISULA (nama pangkalan TRISULA) seharga Rp. 40.000,-
  • Baju Pramuka Harian Rp. 30.000,-
  • Celana Pramuka TRISULA rp. 40.000,-
  • Celana Pramuka harian Rp. 30.000,-
  • Baret Rp. 7.500,-
  • Asduk Rp. 15.000,-
  • Topi TRISULA Rp. 20.000,-
  • Slayer TRISULA (dua buah) Rp. 20.000,-
  • Kaus TRISULA (untuk kegiatan lapangan) rp. 25.000,-
  • Kaus TRISULA harian Rp. 25.000,-
  • Kaus Kaki TRISULA Rp. 15.000,-
  • Kaus kaki Pramuka harian Rp. 5.000,-
  • Sepatu harian Rp. 80.000,-
  • Sepatu TRISULA Rp. 140.000,-
  • Slempang/tetampang Rp. 10.000,-
  • Peluit dan talinya Rp. 22.000,-
  • Ikat pinggang TRISULA 15.000,-
  • Ikat pinggang harian Rp. 10.000,-
  • Kopel & hanrem (yang sering dipakai BRIMOB) Rp. 70.000,-
  • Tempat Air minum Rp. 30.000,-
  • Tas paha Rp. 30.000,-
  • Ransel TRISULA Rp. 135.000,-
  • Tongkat TRISULA dan benderanya Rp. 30.000,-
  • Tongkat kegiatan (2 buah) Rp. 15.000,-
  • Tas tongkat Rp. 10.000,-
Banyangkan...!!!, berapa ratus ribu yang harus disediakan orang tua buat perlengkapan Pramuka tersebut, belum lagi iuran mingguan, iuran jika ada perkemahan, dll. Dan lagi peralatan diatas bukan termasuk peralatan sekolah, karena peralatan diatas khusus untuk Pramuka saja. Jika orang tua dukungannya kurang kuat apa mungkin hal diatas bisa terjadi.
Tapi harga tersebut diatas adalah harga asli artinya dipangkalan kami harga itu tidak tentu, bagi si kaya harga itu akan lebih mahal dan bagi si kurang mampu harga diatas bisa lebih murah artinya harga tersebut saling silang, yang kaya bantu yang kurang mampu. Belum termasuk bantuan masyarakat, tokoh masyarakat, dan sekolah maupun dewan guru. Intinya Pramuka yang ideal itu tidak murah butuh dukungan semua pihak.
Disamping dukungan keuangan orang tua juga dukungan butuh dukungan yang lain, misal ketika anak latihan jam 04.30 pagi, itu kan masih gelap dan enak-enaknya tidur, siapa yang membangunkan anak dan mengantarkannya ketempat latihan kalau bukan orang tua, ini juga salah satu bentuk dukungan, disamping banyak lagi dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan dari orang tua.

5. Ada Pembina Yang Profesional
Pembina profesional juga diperlukan walupun tidak terlalu penting, karena hal yang paling penting adalah 4 hal diatas, tugas pembina hanya membina dan melatih materi kepramukaan tidak lebih dari itu, untuk yang lain-lain serahkan pada dewan guru. Pembina profesional tidak harus KMD, KML, atau yang lainnya, walaupun Pembina sudah KML tapi tidak mau terus belajar, tidak mau menerima perkembangan dunia Pramuka, tidak kreatif, tidak produktif, maka sama halnya bohong. Lebih baik pembina yang belum KMD tapi memenuhi kriteria diatas.

Nah Para pembina yang budiman, itu tips untuk para pembina yang ingin Pramuka dipangkalannya maju dan selalu menang lomba. Bagi anda yang kurang puas dengan penjabaran kami diatas, kami memiliki beberapa opsi:
  1. Silahkan buka website kami yang lainnya, karena disana banyak terdapat informasi penting, materi kepramukaan, maupun video-video latihan maupun perlombaan.
  2. Silahkan berkirim surat lewat imail yang kami sediakan untuk tanya jawab. atau
  3. Silahkan datang langsung dipangkalan kami, apa benar semua yang kami tulis diatas tersebut betul-betul dilaksanakan dipangkalan kami.
Nah....., Pra Pembina selamat mencoba, semoga sukses!.

Senin, 14 September 2009

SALAM PRAMUKA

SALAM PRAMUKA

Salam pramuka dibagi menjadi tiga, yaitu :

1. Salam biasa

2. Salam Penghormatan

3. Salam janji

Salam ialah suatu perwujudan yang berupa penghormatan seseorang kepada orang lain .

1. Salam biasa

Salam biasa adalah salam yang diberikan seseorang untuk menjalin persahabatan pada teman, saudara, guru, atau pemimpin.

2. Salam Penghormatan

Salam Penghormatan ialah salam yang diberikan untuk menghormati seseorang atau suatu benda yang bernilai tinggi. Misalnya :

1. Tamu Negara

2. Orang yang lebih tua

3. Kepala atau wakil Negara

4. Kepada bendera Negara yang sedang berkibar

5. Diwaktu lagu kebangsaan sedang dinyanyikan secara langsung.

6. Diberikan kepada jenazah yang dimakamkan secara militer

3. Salam janji

Salam yang diberikan ketika seorang Pramuka berjanji terutama ketika sedang membaca Tri Satya.


Senin, 07 September 2009

SEJARAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA

SEJARAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA

Pada tahun 1908 Mayor Jenderal Baden Powell dari Inggris melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan diluar sekolah untuk anak-anak Inggris, dengan tujuan supaya mereka menjadi manusia Inggris, warga Inggris dan anggota masyarakat Inggris yang baik, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan kerajaan Inggris raya ketika itu.

Untuk itu beliau mengarang buku yang cukup terkenal, yaitu buku “Scouting For Boys”. Buku ini memuat cerita pengalaman berliau dan latihan apa yang diperlukan untuk para Pramuka. Gagasan BP (baden Powell) itu jitu, cemerlang dan sangat menarik sehingga dilaksanakan juga di negara-negara lain. Diantaranya di Nederland (Padvinder, Padvinderij).

Oleh orang Belanda gagasan itu kemudian dibawa dan dilaksanakan juga dijajahannya disini (Nederland Oost Indie), dan didirikan oleh orang-orang Belanda di Indonesia organisasi yang bernama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereneeging) yaitu Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Oleh pemimpin-pemimpin didalam pergerakan nasional gagasan Baden Powell itu diambil alih, dan dibentuklah organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu menjadi kader pergerakan nasional. Didirikan bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain:

a. JPO (Javaanse Padvindres Organizatie);

b. JJP (Jong Java Padvindery);

c. NATIPIJ ( Nationale Islamitische Padvindery);

d. SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery);

e. HW (Hizbul Wathon).

Sumpah pemuda yang dicetuskan dalam Konggres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, benar-benar menjiwai gerakan kepanduan nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju.

Adanya larangan Pemerintah Hindia Belanda kepada organisasi kepanduan diluar NIPV untuk menggunakan istilah Padvinder atau Padvindery, maka KH Agus Salim menggunakan istilah pandu atau kepanduan untuk menggantikan istilah asing Padvinder atau Padvindery itu.

Dengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia, maka timbullah niat untuk mengeratkan persatuan antara organisasi-organisasi kepanduan, ini menjadi kenyataan pada tahun 1930 dengan adanya INPO (Indonesische Padvinders Organizatie), PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) berdiri menjadi satu organisasi yaitu KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian terbentuklah suatu federasi yang dinamakan Persatuan Antar Pandu Indonesia (PAPI) pada tahun 1931, yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938.

Pada waktu pendudukan Jepang (perang dunia II), oleh penguasa Jepang di Indonesia, organisasi kepanduan itu dilarang adanya di Indonesia. Tokoh-tokoh pandu banyak yang masuk dalam organisasi Sainenden, kaibodan, dan Pembela Tanah Air (PETA).

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, diwaktu berkobarnya perang kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang berbentuk kesatuan, yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Dersember 1945 di Solo, sebagai satu-satunya kepanduan diwilayah Negara Republik Indonesia.

Setelah pengakuan kedaulatan maka didalam alam liberal, terbukalah kesempatan kepada siapapun untuk membentuk organisasi-organisasi kepanduan. Berdirilah kembali organisasi HW, SIAP, Pandu Islam Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Katolik, KBI, dan lain-lain.

Menjelang tahun 1961 kepanduan Indonesia telah terpecah-pecah lebih dari 100 kepanduan , suatu keadaan yang terasa amat lemah, meskipun sebagian dari organisasi itu terhimpun di dalam tiga organisasi kepanduan yaitu satu federasi kepanduan putra dan dua federasi kepanduan putri yaitu IPPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) tanggal 13 september 1951, POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia) pada tahun 1954, dan PKPI ( Perserikatan Kewpanduan Putri Indonesia ) tahun 1955 IPPINDO berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di pasar minggu Jakarta.

Setelah mengalami kelemahan dengan adanya organisasi kepanduan yang sangat banyak itu, maka ketiga federasi tersebut melebur diri menjadi satu federasi yang diberi nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Akan tetapi hanya 60 buah saja dari 100 lebih kepanduan itu yang ikut di didalam organisasi PERKINDO, dan jumlah anggota secara keseluruhan lebih kurang hanya 500.000 arang saja.

Lagi pula, didalam organisasi itu sebagiannya masih saling bermusuhan dan berhadap-hadapan berlawanan, terutama yang ada dibawah onderbouw organisasi politik atau organisasi massa. Sehingga tetap terasa lemahnya organisasi kepanduan di Indonesia.

Oleh PERKINDO dibentuklah suatu panitia untuk memikirkan suatu jalan keluar. Panitia itu menyimpulkan bahwa selain lemah terpecah-pecah, gerakan kepanduan itu lemah pula karena terpaku oleh cengkeraman gaya lama yang tradisional dari pada kepanduan inggris, pembawaan dari luar negeri. Hal ini berakibat bahwa pendidikan yang diselenggarakan oleh kepanduan Indonesia itu belum disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia, maka ketika itu gerakan kepanduan kurang memperoleh tanggapan dari bangsa dan masyarakat Indonesia. Kepanduan hanya berjalan dikota-kota besar dan disitupun hanya terdapat pada lingkungan orang-orang yang sedikit banyak berpendidikan barat.

Kelemahan Gerakan Kepanduan Indonesia itu mau dipergunakan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksa Gerakan Kepanduan di Indonesia menjadi gerakan pioneer muda seperti yang terdapat di negara-negara komunis.

Akan tetapi kekuatan Pancasila didalam PERKINDO menentangnya, dan dengan bantuan Perdana Mentri Juanda, maka perjuangan mereka menghasilkan Keputusan Presiden Republik Indonesia no. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Yang pada tanggal 20 mei 1961 ditanda tangani oleh insinyur juanda sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia, karena Presiden Soekarno berkunjung kenegeri Jepang.

Gerakan Pramuka adalah perkumpulan yang berstatus non governmental, (bukan badan pemerintah), dan yang berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan demokrasi, dengan pengurusnya (Kwartir nasional, Kwartir Daerah, Kwartir cabang, Kwartir Ranting) dipilih didalam musyawarah.

Semua organisasi kepanduan di Indonesia, kecuali yang diselenggarakan oleh PKI melebur diri kedalam Gerakan Pramuka. Di dalam Keputusan Presiden no. 238 tahun 1961 tersebut diatas, Gerakan Pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan diwilayah Republik Indonesia yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan Kepramukaan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia, organisasi lain yang menyerupai, yang sama dan sama sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang adanya.

Di dalam Anggaran dasar Gerakan Pramuka ditetapkan bahwa dasar gerakan Pramuka adalah Pancasila, dan di dalam anggaran dasar itu ditetapkan juga bahwa Gerakan pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia dengan prinsip dasar metodik pendidikan Kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan bangsa dan Negara.

Ketentuan di dalam Anggaran dasar Gerakan Pramuka tentang “prinsip-prinsip” dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar menjadi manusia-manusia yang baik, dan anggota masyarakat yang berguna bagi pembangunan bangsa dan Negara.

Prinsip-prinsip dasar metodik kepramukaan sebagai dirumuskan oleh Lord baden Powell itu tetap dipegang, akan tetapi cara pelaksanaannya itu diubah, yaitu diserasikan dengan kebutuhan dan keadaan nasional bangsa Indonesia, dengan keadaan

Kamis, 03 September 2009

SEJARAH SINGKAT GERAKAN KEPRAMUKAAN SEDUNIA


Untuk dapat memahami hakekat Kepramukaan, kita perlu mempelajari sejarah berdirinya dan berkembangnya Gerakan Kepramukaan Sedunia. Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan, kita harus mempelajari riwayat pendiri Gerakan Pramuka Sedunia, Lord Robert Baden Powell of Gilwell.

Hal ini disebabkan pengalaman hidup beliaulah yang mengilhami beliau untuk mengeluarkan gagasan mengenai pembinaan remaja di negeri Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi Gerakan Pendidikan Kepramukaan sekarang.

Baden Powell lahir pada tanggal 22 Pebruari 1857 di London, namanya sesungguhnya Robert Stephenson Smyth, Ayahnya seorang Profesor Geometry di Universitas Oxford, bernama baden Powell, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman-pengalaman baden Powell sejak kecil yang berpengaruh pada adanya kegiatan Kepramukaan banyak sekali dan cukup menarik, diantaranya:

a. Ditinggal bapak sejak kecil, dan mendapatkan pembinaan watak dari ibunya;

b. Latihan ketrampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya didapat dari kakak-kakaknya;

c. Baden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka main music, bersandiwara, berolah raga, mengarang, dan menggambar;

d. Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada resimen 13 kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang, dan diketemukan dipuncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra pada Kimbell O’Hara;

e. Pengalaman dikepung bangsa Boer di kota Mafeking Afrika Selatan selama 127 hari, dan kekurangan makan;

f. Pengalaman mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Pengalaman tersebut ditulisnya menjadi sebuah buku berjudul “Aids To Scouting”, yang sebenarnya memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku ini sangat menarik, tidak hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.

Tn William Smyth sebagai salah seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris meminta agar BP (Baden Powell) melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu. Maka dipanggillah 21 orang pemuda di Boys Brigade di berbagai wilayah Negeri Inggris, diajak berkemah dan berlatih dipulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.

Tahun 1910 BP minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929. BP menikah dengan Olave St Clair Soames pada tahun 1912, dan dianugerahi tiga orang anak. BP meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri Kenya Afrika.

Pada awal tahun 1908 BP selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan Kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku “Scouting for Boys”. Buku ini cepat tersebar kenegeri inggris, bahkan kenegara-negara lainnya, dan berdirilah dimana-mana organisasi Kepramukaan (yang semua hanya untuk anak laki-laki) berusia Penggalang yang disebut Boy Scout. Kemudian disusul organisasi Kepramukaan Putri yang diberi nama girl guides atas bantuan Agnes, adik perempuan BP, yang kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell.

Tahun 1916 berdiri Pramuka untuk usia Siaga, yang disebut Club (anak serigala) dengan buku The Jungle Book, berisi cerita tentang Mowgli anak didikan rimba (anak yang hidup di hutan rimba dan diasuh oleh serigala) karangan Rudyard Kipling sebagai ceritera pembungkus kegiatan club tersebut.

Tahun 1918 BP membentuk Rover Scout (Pramuka usia Penegak) untuk menampung mereka yang sudah berusia 17 tahun, tetapi masih senang giat dibidang Kepramukaan. Tahun 1922 BP menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara menuju

bahagia) yang berisi petunjuk bagi Pramuka Penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan.

Buku itu menggambarkan tentang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri menuju kepantai kebahagiaan. Dihadapannya terdapat karang-karang yang berbahaya, yaitu:

a. Karang perjudian;

b. Karang wanita;

c. Karang minuman keras dan merokok;

d. Karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain (munafik);

e. Karang tidak bertuhan.

Tahun 1920 diselenggarakan Jambore sedunia, di arena Olympia, London. BP telah mengundang Pramuka dari 27 Negara, dan pada saat itu BP diangkat sebagai bapak Pandu Dunia (Chief Scout Of The World). Jambore berikutnya yaitu:

a. Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhegen, Denmark;

b. Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris;

c. Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, hongaria;

d. Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, bloemandaal, Belanda;

e. Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis;

f. Tahun 1951 Jambore VII di Saiz Kamergut, Austria;

g. Tahun 1955 Jambore VIII di Ontario, Canada;

h. Tahun 1957 Jambore IX di Sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris;

i. Tahun 1959 Jambore X di Makiling, Philippina;

j. Tahun 1963 Jambore XI di Marathon, Yunani;

k. Tahun 1967 Jambore XII di Idaho, Amerika Serikat;

l. Tahun 1971 Jambore XIII di Asagiri, Jepang;

m. Tahun 1975 Jambore XIV di Lillehammer, Norwegia;

n. Tahun 1979 Jambore yang seharusnya di Neishaboor, Iran, tetapi dibatalkan;

o. Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada.

Pada tahun 1914 BP mulai menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka. Rencana ini baru mulai bisa dilaksanakan pada tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.S. de Bois Mac Leren, BP mendapat sebidang tanah di Chingford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka. Tempat ini terkenal dengan nama Gilwell Park.

Sejak tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya yang berada di London, Inggris. Pada tahun 1958 biro Kepramukaan sedunia (putra) dipindahkan dari London ke Ottawa di Canada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro Kepramukaan Sedunia (putra) dipindahkan lagi ke Geneva, di Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 1968 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia ini dipegang berturut-turut oleh Hubert martin (Inggris), colonel J S Wilson ( Inggris ), Mayjen D.C. Spry ( Canada ). Tahun 1965 DC Spry diganti RT Lund.

Biro Kepramukaan (putra) hanya mempunyai 40 orang tenaga staf, yang ada di Geneva dan di lima kantor kawasan, yaitu di Costa Rica, Mesir, Philippina, Swiss, dan Nigeria. Biro Kepramukaan (putri) sampai sekarang tetap di London, dan juga mempunyai lima kantor dikawasan, yaitu, Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika, dan Amerika Latin.

SELAMAT DATANG DI DUNIA PRAMUKA TRISULA SDN ANDONGSARI 03

kakak-kakak dan adik-adik pecinta Gerakan Pramuka selamat datang di dunianya Pramuka TRISULA SDN Andongsari 03 Ambulu Jember Jawa Timur. dan selamat menikmati.

Foto-Foto Pramuka TRISULA tempoe doeloe

Ada kesalahan di dalam gadget ini